skip to main |
skip to sidebar
Kala sore...,
seraut wajah mengembang di ufuk angan.
ilusi menghias ruang kosong yg tak b'tuan.
t'bentuk sebuah harapan yg tak tau kapan kan b'kesudahan.
kala sore...,
hati di hiris rindu pada yg tak merindu.
resah b'tamu pada jiwa yg pilu.
di ambang senja nan sendu,hati ku membeku.
dan waktu pun terus b'lalu...,
biar lah rindu ini tak t'obati.
biar lah resah ini ku tanggung sendiri.
sudah pun ku cuba mencari ganti.
namun tiada aku temui.
ku cuba yakin kan hati untuk menyadari.
"CINTA TAK HARUS MEMILIKI"
Hari demi hari terus b'ganti.
Kulalui hari dengan rasa hampa di hati.
Tiada ujung pangkal yg menanti.
Entah sampai kapan akan terus begini.
Seuntai rindu membingkai hati.
Menjadi teman di kala sepi.
Walau pun perih membalut diri.
Namun tak bisa nak ku tepis semua derita hati.
Ingin ku berontak,dengan semua ini.
Tapi apa daya,sudah suratan diri.
Meniti hari dengan seribu luka.
Bagai menyusuri jalan di kala gelap gulita.
Rembulan menyepi diri di atas sana.
Seakan enggan tuk bias kan cahaya.
Kemana nak ku cari pelita jiwa..?
Dimana bisa ku dapat kan pengobat lara..?
Aku pun haus dan dahaga....
Lirih dalam hati ku t'isak menahan luka.
Jiwa ini sudah rapuh t'buai dalam nestapa.
Asa menghilang pergi entah kemana.
T'ombang ambing dalam mengharungi bahtera.
Mengapa ada rasa rindu yg menyiksa.
Kenapa pula harus aku yg t'luka.
Apa kah cinta ini tak layak untuk ku terima.
Atau kah aku yg t'lalu peka akan sebuah rasa.
Andai nya tiada,tak mungkin dapat ku rasa.
Jika ada,kenapa pula harus t'luka.
Umpama bisa,ingin ku hapus segala cerita tentang kita.
T'diam membisu dalam pilu.
Tak tau kemana harus mengadu.
Segala rasa b'ujung pada harapan semu.
Ingin ku lontar kan sejuta makna sebuah rindu.
Ini kah rasa nya Rindu..?!
Jika hari akan b'ganti.
Mendung pun tak slama nya akan menaungi.
Dan mentari akan datang menyapa sang hari.
Ku tau semua ini pasti b'akhir.
Entah sampai kapan hanya Tuhan yg tau.
Ku yakin kan hati agar tetap tegar.
Walau harus t'lempar dari ceria.
Biar pun hanya b'teman dengan nestapa.
Setidak nya..,ku masih punya belahan jiwa walau harus merana.
Biar kan semua b'jalan apa ada nya sesuai dengan kehendak NYA.
Karena itu sudah suratan takdir yg MAHA KUASA.
Ketika malam datang membawa kesan.
Di temani sapaan sinar Rembulan.
Selintas kenangan mengusik akal pikiran.
Merintih hati t'hiris rawan.
Dalam mengharungi arus kehidupan.
Semilir angin malam mengusap tubuh,tak sadar ku t'biar dalam kedinginan.
Mencuba untuk menepis semua beban,namun tak mampu t'elak kan.
Pikiran t'belenggu oleh rasa ke hampaan,yg tak bisa untuk ku padam kan.
T'kobar kembali rasa yg dulu sudah t'campakan.
Dalam balutan malam yg penuh dengan satu kesan ke indahan.
Tapi b'ujung dengan ke dukaan.
"ini kah suratan ?
"Wahai sang pujangga...!!
Izin kan aku meminjam kata,agar sang dewi cinta menghampiri ku.
Nak ku rayu dia agar menghiasi hidup ku.
Ingin ku semai benih cinta di hati nya,agar b'bunga dan tebar kan harum mewangi di setiap hari" ku.
Karena aku insan biasa yg jg memerlu kan warna dalam kehidupan.
Sore ini..,aku duduk t'menung seorang diri.
Di ambang senja yg kelabu..,mentari pun sembunyi.
Seakan enggan menyapa sang hari.
Malam kian merambah datang menghampiri.
Di sertai temaram senja yg kian menjadi.
Dan sempurna lah malam b'hias kan kelam dan sunyi.
Sesekali lembut sang bayu manyapa diri.
Mengusik hati agar b'anjak pergi.
Tanggal kan angan yg tiada b'arti.
Untuk menghapus semua jejak kenangan yg membalut diri.
Tapi mengapa semua tak mau pergi..?
Sudah ku cuba menepis rindu..,agar tidak menggebu.
T'lah ku undang cinta dalam hati ku agar dia b'lalu.
Ingin ku padam kan semua rasa yg menyiksa kalbu.
T'tahan isak di hati..,menahan lara yg mendera.
Kabut derita menyelimuti hati yg luka.
Dan tak kuasa nak ku bandung lagi butiran bening yg mengalir dari celah mata.
Aku sudah lelah..!
Ku lelah menahan semua duka dan derita.
Ku letih hidup b'gelimang cinta dan air mata.
Aku juga ingin hidup bahagia sama seperti mareka.
Salah kah pinta dan keinginan ku..?
Tinggal kan aku..,biar ku bina hidup ku.
Tanpa ada nya rindu yg menghantui.
Biar tiada lagi angan di balik harapan semu.
Agar bisa ku tatap sang mentari dengan seuntai senyum menghiasi.
Malam semakin larut..,dan terasa sunyi.
Kelam dan pekat masih setia menemani.
Namun gemuruh hati kian menjadi jadi..,walau dingin yg menyelimuti.
Jiwa yg rapuh..,penuh dahaga.
Karena t'bakar dalam api asmara.
Ada kah kira nya setitis air penawar luka.
Agar tiada lagi lara dan air mata.
Biar ku tutup cinta dan cerita.
Ku tulis kan dengan tinta air mata.
Bahwa tak s'lama nya cinta kan b'akhir bahagia.
_●_