
Pelangi menghias di ambang Senja.
Gerimis menyapa lembut di dedaunan.
Cakrawala jingga kian mengembang.
Memberi tanda malam kan datang b'tandang.
Perlahan kian memudar kiambang Senja.
Malam pun datang menyapa dgn sempurna.
Hujan pun datang mencurah kan hasrat nya.
Dingin..,kelam..,menghiasi Malam yg kian mencengkam.
Dalam belenggu rindu,aku t'menung.
Meronda hari di tepi penantian ku.
Terasa sepi di hiris hampa.
Dalam angan membujuk hasrat,agar b'geming dlm tabir pilu.
Tak bisa nak ku bandung lagi butiran bening.
Menahan luka yg t'amat dalam.
Mengapa langit hati ku s'lalu mendung dan kelabu..?
Mengapa jiwa ku t'jebak dlm penantian yg tak menentu..?
Mengapa lara tak kunjung pergi manjauh dari ku..?
Apa salah dan dosa ku..?
Malam semakin larut,dan Hujan pun sudah mereda.
Keheningan menyatu dlm melodi jiwa yg lara.
Seuntai asa menggantung di puncak hayalan semu.
Rindu di hati t'dampar di pulau tak b'tuan.
Bias harapan kini telah sirna.
Di telan kelam nya malam yg membuncah jiwa.
Impian indah yg sangat rapuh..,serapuh mimpi yg akan pergi bila sadar menjelma.
Di penghujung malam yg beku.
Sekeping hati mengharu biru.
Sebuah rindu kian menggebu.
Dalam balutan malam yg b'selimut kan pilu.
Tak bisa nak ku tepis semua rasa hampa yg membelenggu.
Tak dapat ku pejam kan mata tuk meraih lena ku.
Tak mampu ku tenang kan jiwa yg di penuhi rindu.
Di ambang Fajar nan syahdu..di sini lah ujung dari Penantian ku.
Harapan hanya lah tinggal sebuah hiasan di dinding hati yg pilu.