skip to main |
skip to sidebar
Pelangi menghias di ambang Senja.
Gerimis menyapa lembut di dedaunan.
Cakrawala jingga kian mengembang.
Memberi tanda malam kan datang b'tandang.
Perlahan kian memudar kiambang Senja.
Malam pun datang menyapa dgn sempurna.
Hujan pun datang mencurah kan hasrat nya.
Dingin..,kelam..,menghiasi Malam yg kian mencengkam.
Dalam belenggu rindu,aku t'menung.
Meronda hari di tepi penantian ku.
Terasa sepi di hiris hampa.
Dalam angan membujuk hasrat,agar b'geming dlm tabir pilu.
Tak bisa nak ku bandung lagi butiran bening.
Menahan luka yg t'amat dalam.
Mengapa langit hati ku s'lalu mendung dan kelabu..?
Mengapa jiwa ku t'jebak dlm penantian yg tak menentu..?
Mengapa lara tak kunjung pergi manjauh dari ku..?
Apa salah dan dosa ku..?
Malam semakin larut,dan Hujan pun sudah mereda.
Keheningan menyatu dlm melodi jiwa yg lara.
Seuntai asa menggantung di puncak hayalan semu.
Rindu di hati t'dampar di pulau tak b'tuan.
Bias harapan kini telah sirna.
Di telan kelam nya malam yg membuncah jiwa.
Impian indah yg sangat rapuh..,serapuh mimpi yg akan pergi bila sadar menjelma.
Di penghujung malam yg beku.
Sekeping hati mengharu biru.
Sebuah rindu kian menggebu.
Dalam balutan malam yg b'selimut kan pilu.
Tak bisa nak ku tepis semua rasa hampa yg membelenggu.
Tak dapat ku pejam kan mata tuk meraih lena ku.
Tak mampu ku tenang kan jiwa yg di penuhi rindu.
Di ambang Fajar nan syahdu..di sini lah ujung dari Penantian ku.
Harapan hanya lah tinggal sebuah hiasan di dinding hati yg pilu.
Percikan api cinta mu membakar kalbu ku..
Belaian lembut kasih sayang mu,membuat ku t'lena..
T'lena dalam hayalan..
T'buai dengan harapan..
Asa pun b'pijar b'samaan sang Mentari yg terbit di pagi hari.
Desiran angin Malam,mengusap lembut wajah ku..
Di balik tirai Rindu,aku menanti kan mu..
Tak lena mata t'pejam..
Tak kunjung mimpi b'tandang..
Wajah mu s'lalu membayang di ingatan..
Tak bisa nak ku gambar kan perasaan..
Tapi apa daya takdir b'kehendak lain..
Kita harus t'pisah kan oleh suratan yg b'laku..
Dan kini diri ku kau tinggal kan..
Kau pergi jauh dan tak mungkin kembali..
Hati yg semula di hiasi b'juta bunga kini t'lah layu..
Tembang penuh Rindu akan p'temuan kini musnah..
Perlahan asa memudar b'sama berlabuh nya Mentari di ambang Senja..
Di balik tirai Rindu,aku menangis akan Cinta yg tak b'tuan..
Ku tatap langit di kegelapan Malam..
Mencuba mencari Bintang kehidupan akan sosok bayang mu..
Kini..,Penantian ku tinggal bayangan semu..
Ku hanya bisa melihat tempat" kenangan..
Ku hanya dapat mengenang mu dalam ingatan..
Kasih..,walau kelak akan ada pengganti mu..,tapi kau kan tetap s'lalu ada dalam relung hati ku yg t'dalam..
Karena Cinta ku akan s'lalu menyertai mu..,b'sama taburan do'a" yg kupanjat kan untuk mu,kasih..
"semoga tuhan senantiasa mencurah kan kasih dan sayang NYA untuk mu"
Damai lah engkau disana..!
Ku kan jaga Cinta ini biar tetap suci..
Ku terima dengan ikhlas semua suratan takdir ini..
Bahwa Cinta tak s'lama nya harus memiliki..
--●-★-●--
Kala malam terpaku sendiri.
Merenungi nasib diri ini.
Derita yang menyiksa hati.
Kapan kah akan terhenti.
Bukan nya aku menyesali.
Takdir yang sudah terjadi.
Ini lah jeritan hati.
Pedih nya tiada terperi.
Apa kah salah dan dosa ku.
Sehingga ter jebak diruang pilu.
Ini kah takdir yang berlaku.
Merana didalam hidup ku.
Mungkin kah masih ada harapan.
Terbebas dari lembah nestapa.
Atau kah itu hanya lah.
Sebuah harapan yang semu.
Sanggup kah aku lalui hari.
Meniti jalanan hidup ku ini.
Semoga aku di beri.
Ooh tuhan,tabah kan hati ku.
Pernah jua aku menyesali.
Apa yang sudah terjadi.
Kala hati mulai menyadari.
Ini lah suratan Illahi.
ˉˉ°ˉˉ